Minggu, 07 November 2021

Menentukan SPH, Jarak Antar Tanam, dan Jarak Antar Baris Kelapa Sawit

Menentukan SPH, jarak antar tanam, dan jarak antar baris kelapa sawit adalah suatu keputusan yang harus di ambil untuk memberikan dampak jangka panjang, terutama yang berkaitan produktivitas kelapa sawit. Kebijakan tersebut tergantung pada perusahaan atau pimpinan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan.

SPH, JARAK ANTAR TANAM, dan JARAK ANTAR BARIS



Ketika kondisi pembukaan areal baru, supaya SPH dapat terpenuhi maka perlu dilakukan penentuan jarak antar tanam (JAT) dan jarak antar baris (JAB). Misalnya kita akan menentukan SPH 136 tanaman/ha.

Maka untuk menentukkan pancang JAT dan JAB mengikuti beberapa rumus berikut ini:

0

Keterangan:

JAB                  : Jarak antar tanam (m)

10.000 m2         : Luas areal satu ha

SPH                  : Jumlah tanaman/ha (136 tanaman/ha)

Sin 600              : 0.866

Kemudian angka yang telah ditentukan ke dalam rumus:

           

              

            

Apabila Jarak Antar Baris sudah kita ketahui maka selanjutnya kita mencari Jarak Antar Tanaman sebagai berikut:

     

Keterangan:

JAT                  : Jatak antar tanaman (m)

JAB                 : Jarak antar baris (m)

Sin 600             : 0.866

Lalu masukkan angka yang tersebut ke dalam rumus:

      

     

 

Dapat kita simpulkan bahwa, jika kita menerapkan SPH 136 tanaman/ha, maka jarak antar tanaman yang digunakan adalah 9 meter dan jarak antar baris 8 meter.

Note.

Penanaman kelapa sawit tidak dibenarkan jika terlalu rapat, karena hal ini akan menyebabkan etiolasi, sehingga tanaman kelapa sawit hanya akan tumbuh tinggi ke atas, tidak berproduksi secara optimum.


Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma dengan menggunakan bahan aktif Metil Metsulfuron + Gliphosate 🔥